Kaderisasi Muhammadiyah


muhammadiyah adalah

Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang mengemban misi dakwah dan tajdid punya visi misi serta tujuan yang harus diwujudkan yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam sebenar-benarnya. Untuk itu diperlukan orang-orang yang menjadi pelaku gerakan Muhammadiyah yaitu para anggota Muhammadiyah dan diantara mereka ada yang disebut kader. Kader adalah anggota yang memiliki kualitas dan tugas khusus.

Dalam organisasi ada tiga komponen penggerak yaitu pemimpin, kader dan anggota. Bagi Muhammadiyah, kader merupakan bagian inti dari anggota yang berperan sebagai “anak panah” gerakan Muhammadiyah.

Definisi Kader dan Kaderisasi

Kader adalah anggota inti yang menjadi bagian terpiilih dalam lingkaran dan lingkungan pimpinan, bisa pula berarti pasukan inti. Dalam pengertian lain secara bahasa berarti empat persegi panjang atau kerangka. Dengan demikian kader dapat didefinisikan sebagai kelompoh yang lebih besar dan terorganisir secar permanen.

Kader ibarat jantung dalam suatu organisasi, jika kader lemah, maka lemah pula gerakan organisasi. Karena itu, kader adalah orang-orang terpilih yang mampu menjadi penggerak organisasi, menghidupkan organisasi dari dalam.

Sementara kaderisasi mengandung pengertian sebagai sebuah proses untuk melahirkan kader. Kaderisasi merupakan usaha pembentukan seorang kader secara terstruktur dalam organisasi mengikuti aturan yang berlaku di organisasi tersebut.

Dari pengertian tentang kader dan kaderisasi di atas dapat kita lihat perbedaan keduanya yang mana kader mengacu pada sosok individu-individu terpilih dalam suatu organisasi, sedangkan kaderisasi mengacu proses melahirkan kader.

Dalam sebuah organisasi, kader menjadi sangat penting karena kedudukannya sebagai inti organisasi dan pelanjut estafet kepemimpinan. Tanpa adanya kader, regenerasi kepemimpinan dan dinamika dalam organisasi bisa mandek.

Muhammadiyah Sebagai Organisasi Kader

Bagi Muhammadiyah kader merupakan anggota inti organisasi yang berperan sebagai “anak panah” gerakan Muhammadiyah, yang dapat diandalkan untuk mencapai berbagai tujuan Muhammadiyah. Kader diharapkan dapat melakukan hal-hal yang tak bisa dilakukan anggota biasa.

Muhammadiyah memiliki potensi kader yang banyak dengan dari berbagai bidang keahlian dan memiliki karakter-karekter terpelajar, berpikir modern, gemar beramal, terpercaya dan keahlian yang baik. Muhammadiyah selalu berusaha agar dapat melahirkan kader-kader mumpuni untuk kebutuhan internal maupun eksternal dan dapat bertahan selam seratus tahun lebih karena eksistensi kader.

Potensi sumber daya kader di Muhammadiyah ini dipengaruhi oleh kondisi-kondisi dibawah ini* :

  1. Jumlah anggota dan simpatisan banyak serta tersebar di berbagai bidang keahlian
  2. Segmentasi kader berdasar kelompok umur dan status di berbagai organisasi otonom
  3. Jumlah siswa dan mahasiswa Muhammadiyah sangat banyak
  4. Para tokoh, pimpinan Muhammadiyah dan anggota keluarganya menjadi sumber kader
  5. Jaringan vertikal dan horisontal persyarikatan dari ranting sampai pusat
  6. Amal usaha Muhammadiyah yang melimpah dengan fasilitas dan sumberdaya yang memadai untuk perekrutan, pembinaan serta pendistribusian kader dan anggota
  7. Jaringan Muhammadiyah dengan organisasi-organisasi sejenis baik didalam maupun diluar yang punya visi misi serupa
  8. Sistem pengkaderan Muhammadiyah yang mapan

Tujuan Pengkaderan Muhammadiyah

Tujuan pengkaderan di Muhammadiyah adalah membentuk kader Muhammadiyah yang memiliki ruh (spirit), integritas dan kompetensi untuk berperan di Persyarikatan, kehidupan umat, berbangsa dan bernegara serta berkiprah di percaturan dunia. Dengan demikian maka pengkaderan termasuk program strategis Muhammadiyah.

Jalur Kaderisasi Muhammadiyah

Dalam pelaksanaannya Muhammadiyah menjadikan empat sektor menjadi jalur kaderisasi yaitu :

  1. Jalur keluarga
  2. Amal usaha
  3. Organisasi otonom
  4. Program khusus : MPK

Jenis dan Bentuk Pengkaderan di Muhammadiyah

1. Pengkaderan Utama

Yaitu kegiatan kaderisasi pokok yang dilaksanakan dalam bentuk pendidikan/pelatihan yang menyatukan visi dan pemahaman nilai ideologis serta aksi gerakan yang diselenggarakan oleh MPK dan AUM. Pengkaderan ini dilaksanakan dengan standar kurikulum baku dan standar operasional yang telah ditetapkan serta terdiri dari dua macam yaitu Baitul Arqam dan Darul Arqam.

a. Darul Arqam

Merupakan pengkaderan yang utama dan khas dalam sistem pengkaderan Muhammadiyah yang bertujuan untuk membentuk cara berfikir dan sikap kader yang kritis, terbuka serta penuh komitmen terhadap Muhammadiyah. Darul Arqam diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat, Wilayah serta amal usaha Muhammadiyah.

Darul Arqam dari masing-masing penyelenggaran tersebut mempunyai perbedaan mengenai waktu, cakupan materi, segmentasi dan kualifikasi peserta. Darul Arqam Pusat selama satu minggu, Wilayah lima hari dan pimpinan AUM empat hari. Peserta Darul Arqam diprioritaskan untuk pimpinan persyarikatan, unsur pembantu pimpinan, dan pimpinan puncak AUM.

b. Baitul Arqam

Merupakan modifikasi atau penyederhanaan dari Darul Arqam dan diselenggarakan untuk tingkat Pimpinan Daerah, Cabang, Ranting serta AUM. Sasarannya adalah simpatisan, anggota, pimpinan Muhammadiyah, pimpinan ortom, pimpinan serta karyawan AUM.

Penyederhanaan dilakukan dari sisi waktu penyelenggaraan dan kurikulumnya. Penyelenggaraan hanya berlangsung selama tiga dan kurikulum lebih sederhana.

2. Pengkaderan Fungsional

Adalah kaderisasi yang terstruktur namun tidak ditetapkan standar kurikulumnya secara baku untuk mencukupi kebutuhan dan fungsi tertentu dari majelis atau lembaga. Pengkaderan fungsional dilaksanakan sebagai pendukung perkaderan utama dan dilaksanakan dalam bentuk pendidikan, pelatihan, kursus dan kajian intensif. Kurikulumnya dapat dikembangkan secara fleksibel sesuai jenis, kebutuhan dan kreatifitas masing-masing penyelenggara.

a. Pelatihan Instruktur

Merupakan salah satu bentuk kaderisasi pendukung yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kader persyarikatan sebagai pelatih (instruktur) dalam mengelola dan melaksanakan berbagai bentuk kaderisasi di lingkungan Persyarikatan.

b. Pelatihan yang diselenggarakan majelis dan lembaga

Pelatihan-pelatihan di lingkup unsur pembantu pimpinan Muhammadiyah antara lain : pelatihan kader muballigh, kader hisab dan falak, kewirausahaan, kader politik dan lain-lain.

c. Pengajian Pimpinan

Pengajian pimpinan merupakan kegiatan terbatas bagi pengembangan wawasan dan pendalaman terhadap nilai-nilai ideologi gerakan Muhammadiyah yang diikuti pimpinan persyarikatan dan ortom serta ditambah orang-orang tertentu yang dipandang perlu. Pengajian pimpinan diselenggarakan secara rutin dan disertaia dengan kurikulum yang terstruktur dan berkesinambungan.

d. Pengajian Khusus

Bentuk pengajian ini dirangcang dan diselenggarakan secara khusus sebagai media internalisasi dan peneguhan pahan agama dan iedologi gerakan Muhammadiyah bagi segenap warga persyarikatan di lingkungan masing-masing.

e. Pelatihan Tata Kelola Organisasi

Dilaksanakan untuk memberi bekal kemampuan manajerial dan administratif bagi pimpinan Persyarikatan serta pengelola amal usaha agar dapat menjalankan amanah secara profesional, dinamis dengan tetap berpijak pada visi misi Muhammadiyah.

f. Diklat Khusus

Pendidikan dan pelatihan (diklat) berorientasi pada pengembangan sumber daya kader dan pemekaran potensinya sehingga bisa mendukung peran-perannya diluar persyarikatan. Contoh diklat khusus pelatihan jurnalistik, outbond training.

  • Sebagian materi ini dikutip dari buku : Pendidikan Kemuhammadiyahan SMA/K/MA Muhammadiyah terbitan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Penulis : Siti Khoiriyah, S.Pd.I dan Ardhi Kurniawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *