khittah muhammadiyah

Macam-Macam Khittah Muhammadiyah

Kemuhammadiyahan.com. Sejak berdiri kurang lebih 107 tahun silam tepatnya tanggal 8 Dzulhijjah 1330 atau 12 November 1912 Muhammadiyah sudah menetapkan 6 Khittah yang dirumuskan berdasarkan tantangan dan kebutuhan persyarikatan dalam kurun waktu tertentu.

Setiap zaman periodisasi kepemimpinan di Muhammadiyah, keadaan dan tantangan berubah serta berbeda-beda. Di awal perkembangan Muhammadiyah terutama dekade 1930-1950-an kebutuhan akan adanya landasan-landasan ideologis bagi persyarikatan lebih mendesak karena memang dirasa belum lengkap. Ambil contoh Muqoddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah baru disusun pada masa kepemimpinan Ki Bagus Hadi Kusumo periode 1942-1953.

Memasuki Orde Lama situasi politik sangat dinamis dan cenderung memanas, tarikan pusaran politik praktis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara begitu kuat masuk ke lingkaran Persyarikatan Muhammadiyah. Tarikan-tarikan politik praktis itulah yang menyebabkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat itu berusaha mencari jalan keluar agar Muhammadiyah tidak terseret menjadi organisasi masyarakat dan politik sekaligus.

Keinginan agar Muhammadiyah tetap terjaga dari tarikan-tarikan politik praktis tersebut akhirnya dituangkan dalam putusan Tanwir Muhammadiyah di Ponorogo pada tahun 1969 yaitu Khittah Ponorogo yang didalamnya memuat batasan jelas antara Muhammadiyah dan partai politik.

Begitu seterusnya poin tentang politik selalu muncul dalam Khittah-Khittah selanjutnya hingga Khittah Denpasar 2002. Ini terjadi karena memang situasi politik nasional rentan menarik-narik Muhammadiyah terjebak dalam kancah politik praktis ala partai. Oleh karena itu, Muhammadiyah merasa perlu membuat benteng, garis batas yang jelas antara Muhammadiyah, partai politik dan politik praktis.

Berikut adalah 6 (enam) Khittah Muhammadiyah yang dihasilkan dari masa ke masa :

  1. Khittah “Dua Belas Langkah Muhammadiyah” yang dirumuskan tahun 1938-1940 pada masa kepemimpinan KH. Mas Mansyur.
  2. Khittah Palembang yang dirumuskan tahun 1956-1959 pada Muktamar Muhammadiyah ke-33 tahun 1956 di Palembang pada masa kepemimpinan Buya AR (Ahmad Rasyid) Sutan Mansur.
  3. Khittah Perjuangan Muhammadiyah 1969 atau Khittah Ponorogo 1969 dirumuskan dalam Sidang Tanwir Muhammadiyah di Ponorogo tahun 1969.
  4. Khittah Perjuangan Muhammadiyah 1971 yang dirumuskan pada Muktamar Muhammadiyah ke-38 di Ujung Pandang masa kepemimpinan KH. AR. Fachruddin
  5. Khittah Perjuangan Muhammadiyah 1978 yang dirumuskan dalam Muktamar Muhammadiyah 1978 di Surabaya masa kepemimpinan KH. AR. Fachruddin
  6. Khittah Muhammadiyah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang dirumuskan dan ditetapkan dalam Sidang Tanwir Muhammadiyah Denpasar sehingga sering disebut Khittah Denpasar pada masa kepemimpinan Prof. Dr. Ahmad Syafii Ma’arif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *