Pengertian dan Sejarah MKCHM


Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah

Kemuhammadiyahan.com. MKCHM adalah singkatan dari Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah. Sebuah dokumen yang memuat tentang salah satu landasan ideologis persyarikatan Muhammadiyah.

Pengertian Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah

Kemuhammadiyahan.com. MKCHM adalah singkatan dari Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah. Sebuah dokumen yang memuat tentang salah satu landasan ideologis persyarikatan Muhammadiyah.

Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah adalah putusan resmi Muhammadiyah yang berisi tentang keyakinan dan cita-cita hidup persyarikatan Muhammadiyah. MKCHM berfungsi sebagai penegasan tentang kedudukan manusia di hadapan Alloh SWT dan diantara manusia sendiri, penunjuk arah menuju terwujudnya cita-cita dan gerakan Muhammadiyah. Juga penegas Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dan tajdid.

Sejarah Perumusan Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah

Perumusan Matan Keyakinan dan Cita-Cita Muhammadiyah tidak bisa dilepaskan dari perkembangan pemikiran tentang ideologi Muhammadiyah pada dekade 1960-an. Muncul pemikiran untuk melakukan pembaharuan kembali khususnya bidang ideologi. Pemikiran ini kemudian melahirkan rumusan MKCHM tersebut. Di dalamnya MKCHM memuat tentang keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah sehingga dapat disebut sebagai ideologi Muhammadiyah yang disusun secara sistematis.

Konsep MKCHM diputuskan dalam sidang Tanwir Muhammadiyah tahun 1969 di Ponorogo yang juga melahirkan Khittah Ponorogo. Tanwir Muhammadiyah tahun 1969 itu sendiri merupakan amanah Muktamar Muhammadiyah ke-37 yang dilaksanakan tahun 1968. Muktamar tersebut mengambil tema “Tajdid Muhammadiyah”.

Pada tahun 1970 dalam Tanwir Muhammadiyah di Yogyakarta, MKCHM tersebut diolah kembali oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan disempurnakan kembali dalam Muktamar Muhammadiyah ke-41 tahun 1985 di Surakarta.

Sebenarnya keinginan Muhammadiyah untuk merumuskan landasan ideologi berupa keyakinan dan cita-cita hidup ini sudah lama. Tahun 1935 pembahasan tentang faham dan sistem perjuangan Persyarikatan sudah dirintis dan melahirkan rumusan “Dua Belas Langkah Muhammadiyah” pada tahun 1938-1940.

Selanjutnya pada masa kepemimpinan Ki Bagus Hadikusumo lahirlah dokumen bernama “Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah” yang berisi tujuh pokok pikiran tentang prinsip-prinsip dasar Muhammadiyah yang dituangkan dalam Muqaddimah Anggaran Dasar.

Kemudian pada Muktamar Muhammadiyah ke-35 di Jakarta pada tahun 1962 lahirlah “Kepribadian Muhammadiyah” sebagai rumusan ideologi yang menggambarkan hakekat Muhammadiyah, dasar dan pedoman perjuangan serta amal usaha Muhammadiyah juga sifat-sifat yang dimilikinya.

1 Komentar

  1. Pingback: Tugas Prakerin Kelas XI |

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *